Latar Belakang: (font 14 TNR, ini mau nulis paper ya) 😀

Aku Masih dalam kondisi emosi dari siang tadi (*sabar.. ingat puasa San) akibat internet di kos yang jelek dalam optimasi bandwidth nya (baca kurang optimal) dan mikrotik yang hanya dipakai untuk membagi bandwidth. Bayangpun, si teknisi speedol (a.k.a Speedy) dalam membagi bandwidth hanya memakai prinsip bagi rata. Bagus sih, tapi tidak optimal. Misalkan bandwidth speedy 2MB dan dipakai oleh 10 orang maka otomatis setiap orang dapat jatah bandwidth 2MB/10 = 200-256Kbps. Ini kalau 10 orang online semua, wajar setiap orang dapat bandwidth segitu.

Gimana, kalau yang makai internet cuma 2 orang?? Optimalnya khan mereka dapat bandwidth yang lebih besar yaitu 2MB/2 = 1MB. Namun kondisi tersebut tidak tercapai karena prinsip bagi rata tersebut yaitu tetap sebesar 256Kbps. Harusnya dipakai sistem manajemen bandwidth dinamis yang berubah tergantung banyak user. Di mikrotik fitur ini  ada pada PCQ (Per Connection Queue). Dan waktu kutanya teknisi mengenai manajemen bandwidth dinamis dia jawab apa?? TIDAK TAHU!!! Ini teknisi atau tukang pasang kabel telpon? *jadi emosi!!!*

Sebenarnya manajemen bandwidth ini sangat dibutuhkan untuk koneksi yang sifatnya share karena jika tidak di manage, maka otomatis barangsiapa (hayo punya siapa? :P) yang sedang men-download otomatis seluruh jatah bandwidth menjadi milik pen-download (pengalaman pribadi selaku mantan bandwidth eater :mrgreen:). Namun manajemen yang buruk berakibat tidak optimalnya penggunaan bandwidth besar namun yang didapat kecil. Bayar barang mahal, kualitas KW 5… hehhhehe…. *lebay

Solusinya ya, dengan mengatur ulang konfigurasi mikrotik yang bertanggung jawab dalam manajemen bandwidth. Namun apa dikata, tangan tak sampai karena mikrotiknya di tarok di rumah si Ibu Kos. Coba kalau di kos, udah ku ubrek2 si mikrotik itu, kalau bisa kubakar (apinya warna biru) biar nggak pakai manajemen bandwidth lagi, tapi pakai manajemen hati kalau lagi pengen download (maksudnya kalau download liat dulu, lagi rame atau nggak, kalau lagi sepi HAJARR!!!) *idealnya.. Hohoho… 😛

Aku juga ada rencana buat bobol langsung si mikrotik dari kamar (istilah kerennya nge-HACK) dan belum berhasil hehehe… 😦 Dan sekarang lagi proses mencari celah lain supaya bisa akses ke konfigurasinya mikrotik. Mohon do’a restu semuanya. Tapi nge-HACK dosa nggak ya di bulan puasa?? Huhuhuhu….  Atau kalau ada yang tahu metode yang lain please tell me.. 😛

Nah, sampai saat ini ada beberapa orang yang tidak setuju dengan manajemen bandwidth seperti ini, dan perlu pengerahan massa ke rumah Ibu Kos.. *loohh.

Kalau aku pribadi lebih senang yang ngurus internet anak-anak di kosan aja. Maklum dulu sempat selama 6 bulan lebih jadi admin (tukang pantau jaringan, tukang tagih duit + tukang bayar ke kantor telkom :D) ketika kos di Jogja. Hehehe…

*maka welcome to 32KB/S, yang seharusnya 200KB/S 😀

**maaf, nggak ada gambar berhubung lagi emosi, (apa hubungannya dodol??)

Iklan

Sudah sebulan lebih kosanku langganan internet Speedy dari Telkom. Selama itu pula udah banyak data keluar masuk ke dalam 12 komputer yang terhubung dengannya. Ada yang hoby download.. (contohnya aku) baik download lagu, program ato b**** (bulan puasa dijaga ucapannya ya. 🙂 ), buka-buka forum ato game online (di kosanku Perfect Word sedang menggila!!). Dengan bermacam2 hobi itu, bisa dibilang si modem ADSL yang bermerk JKNetwork sangat sibuk kerjanya 24jam sehari… Nonstop!! Padahal kata teknisi, modem harus istirahat selama sekali 2 hari!!. Ini teknisi yang bo’ong ato modem yang bagus ato dua2 nya salah.. :mrgreen:

Kadang aku iseng baca2 blog ato forum yang bahas tentang Speedy. Selama baca itu pulalah aku terkejut ama isinya. Kebanyakan blog ato forum kecewa dengan performa Speedy. Ada yang bilang lelet, sering dc ato nggak bisa konek. Kalau soal lelet, jujur aja aku belum sempat mencicipi Speedy waktu kecepatannya masih 384kbps (sekarang sudah 1Mbps). Mungkin ini juga salah satu penyebab sppedy lelet. Bagi downloader, keceptan segitu mungkin bisa dibilang masih lelet, tapi kalo untuk browsing standar kecepatan segitu udah cukup kok. Selain itu, jarak dan kualitas kabel tembaga juga menentukan performa. Karena teknologi DSL terpengaruh oleh jarak dari modem ke STO Telkom (aku lupa istilahnya, kalo salah dikoreksi).

Untuk saat ini aja kalo g terlalu rame yang ngenet di kos, aku bisa lancar streaming dari youtube. Itu bukan situs lokal lho.. Apalagi streaming dairi lokal. Sebagai bukti, kecepatan tertinggi yang pernah kudapat waktu test dari speestest.net seperti dibawah

Lumayanlah… So, ini bukti kalo Telkom udah bisa unjuk gigi memberikan pelayanan yang baik (waktu mau bayar tagihan bulan Juli aja, pelayanannya bagus banget + Mbak nya yang manis n cakep :mrgreen: ). Bagi yang dulu merasa kecewa dengan Speedy, silahkan buktiin Speedy yang sekarang.

NB: Bagi Farid yang kosannya hobby gonta ganti ISP, gimana dengan Speedy barunya?? Dan bagi yang sering numpang ngenet, ntar jangan lupa tagihan akhir bulan ya.. wekekeke

Selamat berinternet!!!


Asik…Akhirnya aku online lagi….

Tapi beda dengan sebelumnya… Kalo sebelumnya aku ngenet harus berjuang dulu ke kampus dan kadang2 wifi nya error, sekarang it’s not the problem. Karena sekarang di kos udah ada internet..Hahaha.. (senyum kemenangan..). Jadi sekarang di kosku masang langganan internet Speedy dengan memakai jaringan telpon dari rumah ibu kos (Makasih ya Bu…). Speedy nya udah OL 2 hari yang lalu, dan kemarin instalasi jaringan di kosan (nyeting, modem, hub, IP, DNS, dan ngukur panjang kabel LAN..hehe.). Speedy nya yang unlimeted tentunya karena 12 orang yang make speedy ini maniak download, termasuk aku!!!

Dan malam pertama (tepatnya tadi malam), mulailah aku begadang. Ngetes Speedynya dengan cara, download ini itu, streaming youtube (kalo malam lancar bgt!!), nonton tv online dll. Intinya aku cukup puas lah dengan speednya (dicek ke speedtest sekitar 600kbps), Walaupun tadi malam sempat DC (Disconnect) sekali, but OK!! Ok, aku mau “ngunduh” lagi nih.. :mrgreen: