Mari menundukkan kepala dan berdo’a sejenak.

Beberapa waktu yang lalu Aceh dilanda gempa lagi. Kali ini di Aceh bagian tengah gempa datang ‘menghampiri’. Puluhan korban jiwa akibat gempa tersebut. Mudah-mudahan yang ditinggal diberikan kesabaran. Amin

Oh ya, berhubung bulan puasa, mohon maaf lahir bathin Smile

Alhamdulillah sudah hampir sekitar setengah tahun aku berada di ujung pulau sumatera ini. Ada yang menyebutnya tanah rencong, ada yang bilang serambi mekkah bahkan “katanya” ACEH itu merupakan singkatan dari Arab, China, Eropa dan Hindia. Yah, apapun itu orang bilang, Aceh sekarang merupakan tempat peraduan hidupku, seorang perantauan dari Minang (yang masih merantau). Hehe. Tak enak juga kalau aku tidak bercerita sedikit mengenai Aceh ini.

Tiap wilayah baru yang kudatangi pasti ada hal baru yang kupelajari. Setidaknya Jogja, Bandung dan Jakarta pernah menjadi tempat persinggahanku. Disini ada sedikit cerita yang ingin ku share beberapa hal sekilas Aceh. Sekilas aja loh. Open-mouthed smile

1. Kopi dan Mie Aceh

Jika kita buat perumpamaan, darah orang aceh itu mungkin berasal dari kopi. *ok, ini agak lebay* :mrgreen: Kuumpamakan seperti itu karena kebiasaan orang Aceh yang sangat sangat sangat hobi ngopi. Ini beralasan juga karena kopi aceh ini terkenal kenikmatannya. Aku memang bukan “penggila” kopi tapi setelah lama disini ternyata kopi Aceh itu memang maknyus kalau kata Pak Bondan. Pernah kukirim teman dan saudaraku yang notabane perokok (dan biasanya pengopi) kopi Aceh ini, dan beberapa bulan kemudian mereka minta kirim lagi. Ok, kayaknya Ane bisa bukak lapak reseller kopi Aceh di kaskus Gan.

Bahkan Kopi Starbucks yang terkenal itu berasal dari daerah Takengon, Aceh. Smile

(lebih…)

Iklan