image

Malam ini kududuk didepan meja. Mencoba melakukan “kesibukan” yang dapat sedikit mengurangi beban fisik dan pikiran yang melanda seminggu ini. Dan malam ini ku juga menunggu panggilan seorang teman yang saat ini sedang menuju ke Bandung.

“San, malam ini aku mau ke Bandung, tolong di jemput di X-Trans Cihampelas ya, dan juga malam ini aku nginap di kos mu.. Hehehe…” Begitu ucapan salah  temanku tadi sore. Tanpa pikir panjang aku langsung menyahut “Oke Fit”. Tak ada alasanku untuk menolak permintaan seorang teman yang pernah menemani ku dulu di Jogja selama 4,5 tahun.

Sambil menunggu, panggilan dari temanku itu, kucoba mengisi waktu menulis di blog yang belakangan ini udah jarang ku-update. Karena aku percaya, tulis apa yang ingin kau tulis. Namun berhati-hatilah, ketika ingin mengatakan apa yang ingin kau katakan. Seperti pepatah, mulutmu harimaumu, namun aku tak pernah mendengar pepatah, tulisanmu harimaumu. Hehehe.. 😀 *just kidding

Just share:

Dalam minggu ini, aku merasa segala aktivitas yang dapat membuatku hidup. Banyak orang berkata, saya sibuk, banyak kerjaan, nggak bisa ini itu. Sebaliknya aku berpikir, sibuklah yang membuat kita merasa hidup. Hidup karena ada sesuatu yang dikerjakan, hidup karena tidak menganggur dan bingung mau ngapain, dan hidup karena tekanan yang diberikannya. YES!

Berpindah dari suatu aktifitas ke aktifitas lain menurutku is fun. Karena dalam rangkaian aktifitas yang dikerjakan kita benar-benar memanfaatkan waktu yang diberikan secara maksimal. Jangan biarkan ada detik kosong dalam sehari tanpa tahu apa yang dikerjakan. Ingat pepatah, waktu adalah uang. Membuang sedetik waktu anda, berarti membuang juga membuang uang/kesempatan anda. Kalau anda tahu Christiano Ronaldo (Pemain Bola), kabarnya kalau gajinya dihitung perdetik, maka perdetik dia dapat menghasilkan uang Rp5000/detik. *ini satuan apa ya?? :mrgreen: Bayangkan, dapatkah anda seperti dia??

Maka beuntunglah orang yang benar-benar sibuk dan dapat memanfaatkan waktunya dengan maksimal. Namun jangan sibuk hanya dengan kerjaan, kitapun butuh sibuk untuk istirahat, main, bahkan sibuk dengan teman atau keluarga. Nah, disinilah kita perlu benar-benar me manage waktu yang diberikan. Ingat setiap orang punya jatah 24 jam. Dapatkah anda memanfaatkannya?

Carilah kesibukan anda. Kesibukan paling sederhana menurutku  adalah membaca. Iqra’ Bacalah! 🙂

*gambar dari google.


image

Biografi atau disebut juga autobiogafi (apa bedanya?? lupa dink :P), merupakan rangkaian cerita tentang seseorang. Seseorang disini bisa siapa saja termasuk diri kita sendiri, bahkan aku sempat berpikir seandainya semua orang membuat biografinya sendiri, semua orang menceritakan kehidupannya, dan saling berbagi kehidupan, alangkah indahnya belajar dari kehidupan dan pengalaman orang lain.

Aku, termasuk salah satu orang yang senang (bukan suka) membaca biografi seseorang. Kubilang senang, karena biasanya aku jarang membeli biografi seseorang, karena biasanya di rumah telah tersedia (baca dibeli Bapak :mrgreen:). Umumnya biografi yang kubaca adalah manusia yang menjadi nomor satu di zamannya, di wilayahnya, dan pengaruh yang luar biasa besar

Salah satu biografi yang mungkin sering kubaca adalah mengenai Adolf Hitler, karena selama ini aku sering berlangganan majalah Angkasa yang memang notabane majalah militer. Di majalah tersebut diceritakan detail bagaimana seorang Hitler dapat menguasai hampir seluruh Eropa, membuat geger dunia, dan memiliki ambisi yang luar biasa. 

Baru-baru ini aku juga membaca (baca gratis di Toga Mas dekat kos :P) biografi orang besar di Indonesia. Beliau adalah Syafie Ma’rif yang dulunya pernah menjadi ketua PP Muhammadiyah. Membaca cerita kehidupan beliau  memberikan energi positif kepadaku yang kalau dibandingkan dengan kehidupanku tidak ada apa-apanya. Ditambah lagi Syafie Ma’rif yang satu kampung dengan keluarga Bapakku, membuatku darahku naik turun membaca biografi beliau. Muncul berbagai macam tanda tanya yang membuatku terhunyuk, salah satunya adalah Apakah aku mampu seperti beliau??

Memang, membaca biografi seseorang dapat menginspirasi kita untuk menjadi manusia yang benar-benar memberikan nilai bagi orang lain, negara, dan bahkan kalau bisa dunia. Cerita kehidupan manusia besar yang pernah hidup di dunia ini tak dapat dihitung, mereka bagai pendongeng yang sukses dalam kehidupan, seolah-olah mereka tak pernah mati tapi hidup di ingatan orang lain. Ini seperti quote yang pernah kubaca di komik detektif (Conan.red) “Walaupun manusia mati, mereka tetap hidup di ingatan orang lain.

Begitupun dengan orang-orang sukses terdahulu, hidupkah mereka di ingatanmu?? dan bisakah dirimu hidup di ingatan orang lain??