Alkisah beberapa hari yang lalu si Bos (Kasi.red) memintaku untuk mencari citra daerah pengukuran HGU untuk verfikasi hasil pengukurannya. Si Bos, biasanya pakai aplikasi Stitch Map untuk download citra dari Google Map/Earth. Beliau cukup familiar dengan aplikasi ini.

Namun, kali ini kata Si Bos aplikasi Stitch Map ‘not working properly’. Hasil retrieve citranya kacau. Akupun juga penasaran, kok bisa error. Ternyata di laptopku juga kacau hasil citranya. Selidik, punya selidik, google sana google sini, unduh ini unduh itu, ternyata masalahanya ada pada versi Stith Mapnya. Stitch Map 2.40 (versi crack):mrgreen: sudah kadaluarsa ternyata.

image

Gambar 1. Citranya kacau.

Akupun mencoba mencari versi terbaru yaitu versi 2.53 dan ternyata di versi ini tidak ada masalah retrieve citranya. Ok, problem solve (untuk sementara waktu).

 

imageimage

Gambar 2. Stitch Map 2.40 (crack) dan Stitch Map 2.53 (Trial)

Ternyata ini semua belum selesai. Citra download dari Stitch Map versi 2.53 TIDAK BISA DI SAVE sodara-sodara.  -_-

image

Gambar 3. Tombol save nya non-aktif

Tanya kenapa? Ya karena versi Trial. Sudah nyari sana-sini cracknya nggak nemu juga. Weleh2. Situs stitchmap.com nya juga udah tewas.

Maka akupun mulai mutar akal gimana caranya biar bisa download citra. *mulai mikir*

Awalnya kepikiran untuk save persatu file *jpg dari Google Earth. Namun niat diurungkan karena nanti harus di-georeferensi juga satu persatu. Lama Bok. Intinya bagaimana bisa retrieve citra dan otomastis di georeferensi seperti Stitch Map.

Nah, hasil perenungan ini membawaku ke Purbalingga setahun yang lalu ketika masih tugas KKP (Komputerisasi Kantor Pertanahan). Disana aku pernah makai aplikasi untuk download citra dan auto georeferensi. Namanya Universal Map Downloader (UMD). #jeng #jeng

 

Mulailah ku searching lagi. Ternyata masih ada di alamat.http://www.softonpc.com/umd/. Yeah.

image

Gambar 4. UI UMD

Nah, aplikasinya fungsinya sama dengan Stitch Map tadi walaupun Stitch Map lebih interaktif User Interfacenya. Cara menggunakannya:

1. Pada Task Name, isi nama filenya. Bisa diibaratkan nama projeknya

2. Pilip Maps Typenya. Bagian ini yang menarik dan menjadi keunggulan UMD. Kita bisa memilih source citranya. UMD menyedian citra dari Google Maps, Yahoo maps, Bing maps, dan OpenStreet Maps.

image

Gambar 5. Pilihan jenis citra

3. Pilih Zoom levelnya. Untuk wilayah yang citranya sudah detail, nilai zoom level 16 sudah cukup bagus (max 20). Nilai zoom level yang lebih besar menghasilkan citra yang lebih detail dan proses retireve citra yang lebih lama (tergantung koneksi internet juga)

4. Pilih Koordinatnya. UMD ini akan me-retrieve citra berbentuk kotak sehingga kita harus mendinisikan koordinat pojok kiri atas dan koordinat pojok kanan bawah. Ingat, koordinat harus dalam geografis (derajat).

Left Longitude = Koordinat bujur kiri

Top Latitude = koordinat lintang atas

Right Longitude = Koordinat bujur kanan

Bottom Latitude = Koordinat lintang bawah

Untuk lintang selatan dan bujur barat, bernilai negatif

Kalau koordinat masih dalam derajat ,menit detik bisa dikonversi pada menu Misc – Convert, “Degree, bla bla bla…..

image

Gambar 6. Converter ke derajat

5. Tentukan lokasi penyimpanan. Defaultnya di C:/umdtask

6. START!!!!

image

Gambar 7. Proses unduh citra

Maka proses peng-unduhan citra dimulai dan jika selesai akan muncul kotak dialog task stopped. Selama proses peng-unduhan pastikan koneksi internet tidak putus.

FYI, citra yang di download oleh UMD merupakan kumpulan citra kecil-kecil yang di unduh secara parsial, sehingga jika dicek di folder task/projek, maka akan terlihat puluhan bahkan ratusan citra hasil unduhan.

image

Gambar 8. Citra unduhan yang masih parsial

Loh, kok? Trus?

Jangan khawatir, di UMD telah disediankan tools Map Combiner di Menu Tools.

image

Gambar 9. Map Combiner

Tinggal pilih nama task yang dibuat tadi, lalu klik combine. Done. Simple Bukan.

Tinggal cek di folder penyimpanannya, maka akan ada file dengan format *.bmp. Itulah citra hasil combinenya. Citra tersebut masih dalam koordinat lintang bujur. Mau di-proyeksi ke UTM, TM3, dll? Tinggal pakai aplikasi sejenis Global Mapper untuk memproyeksikannya.

image

image

Gambar 10. Proyeksi ke UTM

Tuh, sudah ke UTM si citra.

Conclusion:

Pro:

1. Proses cepat, karena di unduh secara parsial

2. Support multi source maps (google, bing, yahoo, Open street map)

3. Auto georeferensi (dalam geografis)

4. Bisa disesuaikan zoom level

Cons:

1. Bayar. Ya iyalah:mrgreen:

2. Kurang interaktif karena harus didefinisikan pojok kiri atas dan kanan bawahnya

3. Koordinat input harus lintang, bujur (geografis)

4. Output hanya support *.bmp (coba kalau bisa GeoTIFF atau ECW)

Oh ya, ini yang penting juga. UMD ini bukan software gratisan, jadi ya dianjurkan untuk membelinya. Walaupun kalau niat nyari ada versi c*acknya. Tapi maaf, tidak disedikan disini. Hehe. Hot smile