Seminggu yang lalu aku mendapat tugas membantu GeoKKPWeb (semacam aplikasi pengolahan data pertanahan berbasis web) di Kantor Pertanahan Aceh Tenggara (Agara) yang berada di Kutacane (nggak ada hubungannya dengan pantai kuta):mrgreen: Berangkat dari Terminal Banda Aceh menuju Kutacane via Medan. Kenapa via Medan? Karena menurut peta di MapSource jarak tercepat memang lewat Medan. Hahaha.

image

Bukan, bukan itu alasannya. Karena jalur teraman adalah lewat Medan (pantai timur sumatera). Memang ada jalur lain lewat pantai barat sumatera, namun jalur tersebut tidak direkomendasikan karena melewati pegunungan yang rawan terjadi longsor.

image

Sehingga total perjalanan via darat sekitar 18 jam manteman.  -___- #pantattepos

Kita mulai detail dongengnya: Smile with tongue out

 

Yang berangkat menuju Kutacane yaitu aku, Wahyu dan Bang Kasno (Kasubsi Pengukuran Agara) menggunakan Bus AKAP PM TOH. Naik Bus ini mengingatkan ku ketika masa-masa KKP di Jawa Tengah (Purbalingga dan Wonosobo) yang juga sering naik Bus Sinar Jaya untuk pulang ke Bandung atau Jakarta. #nostalgila. Bedanya Bus disini lebih bagus dan ada WiFi manteman. @-@. Bus ini berangkat jam 9 malam dan sampai di Medan jam 7 pagi. Karena malam, aku tidak bisa menikmati perjalanan sehingga solusi terbaik adalah tidur ayam.

Selama perjalanan, sebenarnya ada beberapa kota yang dilewati seperti Sigli, Bireun, Lhoseumawe, Langsa, Kuala Simpang, Binjai dll. Yang hebat, kota-kota ini tengah malam masih ada kehidupaan. Bisa dimaklumi, jalur timur merupakan jalur rame yang dilalui dan jalur yang cukup maju.

Sampai di Medan jam 7 kami istirahat dulu, sarapan. Shalat Subuh? Sudah donk, Bus nya berhenti sekitar jam 6 di Masjid. (ingat jam 6 disini masih gelap, ingat, ini di  98BT:mrgreen: ) Sekitar jam 10 kami harus melanjutkan perjalanan dari Medan ke Kutacane. Sekitar 6 jam perjalanan dengan menggunakan taksi. Istilah taksi disini adalah mobil travel Kinang Innova. Hohoho.

Selama perjalanan, menuju Kutacane juga melewati beberapa daerah seperti Berastagi dan Tanah Karo. Daerah Berastagi mungkin seperti daerah Puncak nya Sumatera Utara. Dingin Bok dan melewati pegunungan. Di daerah ini banyak sekali tempat wisata. Sampai di derah Tanah Karo, sangat bertolak belakang sekali dengan Berastagi yang adem. Daerah ini agak panas walaupun di pegunungan. Di Tanah Karo, sangat kental sekali dengan Batak dari bentuk rumah dan kuburan-kuburannya (tak terhitung lagi berapa kuburan yang dilewati). Namun disini sangat banyak kebun pertanian seperti Jagung. Selama perjalanan juga banyak terpampang baliho cagub dan cawagub sumut 2013. Maklum tahun ini sumut akan ada pilkada.

Hampir sampai di Kutacane, “taksi” nya berhenti sejenak untuk istirahat dan ngopi-ngopi dulu dan kami pun ikut beristirahat. Yah, luamayan untuk meluruskan kaki dan ngulet. Open-mouthed smile. Ada yang unik, sewaktu istirahat, Pak Supir memasukkan garam instead of gula ke kopinya. Untuk apa Pak? Supaya nggak ngantuk katanya. Dan akupun cuma bergumam Oooh. Surprised smile

Perjalanan pun dilanjutkan dan Alhamdulillah sampai di Kutacane sekitar Jam 5. Agak telat, yang penting selamat sampai tujuan. Ini ada beberapa poto perjalanan yang sempat kuabadikan dengan Canon Powershot A590IS. Smile

Daerah Berastagi

IMG_1470

Makan Doeloe di Rumah Makan Muslim (jangan salah masuk) Open-mouthed smile

IMG_1473

Perkebunan Strawberry (kayaknya):mrgreen:

IMG_1474

Cantik ya gunungnnya

IMG_1478

Sedikit lagi Kutacane

IMG_1482

Part selanjutnya aku lanjutkan lagi 5 Days @ Kutacane (kalau sempat) dengan klue durian dan kopi. hahaha.

09012013133

Oke, mau buat laporan doeloe mantaman. ComputerNinja