Tulisan ini udah dari kemarin ingin ditulis, tapi  dari kemarin Windows Live Writer nya error. Alhamdulillah udah sembuh hari ini karena dikasih obat patch.

Di bagian sebelumnya aku menulis tentang vocal remover. Kali ini aku ingin share aplikasi yang bisa meningkatkan kualitas suara pada komputer/laptop. Lebih terasa fungsinya pada laptop karena kualitas speakernya yang “pas-pasan” (kecuali laptop dengan speaker seperti Altec Lansing atau Harman Kardon yang kualitasnya “lumayan). Untuk PC yang biasanya sudah memakai speaker aktif juga boleh menggunakannya.

malu-maluin pakai PC tapi speakernya pasif atau usb powered, KOPEEET kata seorang teman bilang #uhuk. Smile with tongue out

Ok, kita langsung saja kepada bintang kita kali ini jatuh kepada sebuah aplikasi bernama DFX Audio Enhancer (disingkat DFX). Aku mengenalnya ketika masih SMP/SMA, waktu itu dapat CD kumpulan aplikasi (bajakan) lalu iseng-iseng install aplikasi didalam CD tersebut. Eh, ketemu deh sama si DFX. Di tes, hasilnya wow. Waktu itu aku cuma punya speaker aktif pas-pasan (tanpa subwoofer)  -_- dan setelah didengar suara speaker aktifnya lebih mantap manteman. Lagu-lagu yang dijadikan korban ketika itu adalah Linkin Park, Ari Lasso, The Corrs dll. Gambar dibawah interface DFX

image

Nah, sampai sekarang aplikasi ini jadi aplikasi wajib di PC/Laptopku. Awalnya DFX ini bersifat standalone untuk aplikasi tertentu. Misal, kalau memakai Winamp, maka harus install DFX for Winamp. Kalau memakai WIndows Media Player harus install DFX for WIndows Media Player dan seterusnya.

Namun baru-baru ini, ternyata DFX sudah tidak menggunakan cara “kuno’”seperti diatas. Sekarang DFX langsung membuat sebuah device audio virtual* ke dalam device manager sehingga DFX tidak tergantung pada aplikasi tertentu. Gambar DFX baru pada device manager (masuk ke bagian sound, video and game controllers).

image

 

*INTERMEZO:

Virtual bisa diartikan sistem membaca seolah-oleh ada device/hardware tambahan yang dipasang, padahal sebenarnya tidak ada. Tujuannya yaitu menipu atau kerennya mensimulasikan hardware dalam bentuk software ke dalam sistem. Contoh: Virtual Drive, Virtual Prosesor dll. Salah satu aplikasi virtual yang terkenal bahkan sampai sekarang masih ada yaitu metode Hyper Threading (HT) yang diperkenalkan Intel pertama kali pada zaman Prosesor Pentium 4. Dengan adanya HT sistem operasi akan membaca adanya prosesor tambahan (bahasa kerennya logical processor) selain prosesor fisik. Tujuannya untuk mengoptimalkan bagian prosesor yang masih idle/diam. Jadi pada prosesor Pentium 4 HT (gambar logo dibawah), sistem operasi akan membaca 2 prosesor. Sekarang di seri Prosesor Core i7 ada 4 prosesor fisik sehingga jika menggunakan HT, maka sistem operasi akan membaca 8 prosesor. Wow. Dan laptop ku dengan prosesor itu HILANG! *oke, ini curcol* FYI, sekarang udah ada yang 12 prosesor  (6 fisik 6 logical) -_-

image

Oke, kita out dulu dari bahasan HT. Dalam kasus ini, semua audio yang akan dikeluarkan oleh PC/Laptop akan diolah terlebih dahulu oleh si DFX. Asik khan. Mau dengar youtube, film bahkan skype diolah terlebih dahulu oleh DFX. Hasil suaranya mantap manteman. Ciyus enelan.:mrgreen:

Dengan berat aku harus menyampaikan bahwa aplikasi ini sebenarnya berbayar. Tapi kalau mau mencari tersedia juga versi cr*ck. Namun maaf, aku tidak menyediakan versi bajakan disini. Tapi kalau mau coba versi biasa bisa download di sini. Sebenarnya yang membedakan versi berbayar dengan yang biasa yaitu pada versi biasa vitur 3D Surroundnya di disable alias mati sehingga kita tidak bisa menikmati efek surround 3D. (padahak itu salah satu efek yang penting bro).

Selesai install, jalankan. Untuk penggunaan aplikasinya aku sendiri tidak pernah ngutak-atiknya. Setting Default Music Typo Type II dan Presetnya Light Processing (Type II)  . Kalau ingin melihat perbedaan kualitas suaranya coba dimatikan (off) DFX nya lalu dihidupkan (on) lagi. Rasakan perbedaanya.

image

Gimana? Sudah bisa? Selamat memanjakan telinga anda!

Terakhir, tulisan ini merupakan seri kedua dari trilogi audio yang ingin ku share. Pertama tentang vocal remover, kedua DFX dan yang ketiga tunggu releasenya (yang entah kapan) Open-mouthed smile. Tergantung mood dan bahan tulisan yang tersedia (cielah). Karena trilogi ini bakal tidak mungkin difilimkan.

Happy listening Smile