Let’s talk little bit about computer.. Smile

Aku cuma pengen sharing sedikti aja tentang jenis-jenis “how your combuter will be turn off” (bingung, bahasa Indonesia uey… Hehe)

As you know, (kalau belum tau, tanya teman disebelahmu:mrgreen: ) ketika kita akan mematikan komputer (turn off) akan muncul beberapa pilihan yaitu Shut down, hibernate dan sleep. Sebenarnya apa sih perbedaan ketiganya dan ketika kapan sebetulnya kita butuh menggunakannya?

Oleh karena itu mari kita kemon, ayo kita lets go membahas ketiganya:

1. Shut down

Kalau di Indonesiakan satu-satu artinya “Diam-Turun” hehehe. Ini adalah jenis turn off yang paling tua, bahkan mungkin untuak semua komputer, shut down harus, musti kudu, ada di komputer tersebut.

Kenapa kompter harus di shut-down? Karena komputer merupakan alat elektronik yang sensitif terhadap listrik. Komputer tidak bisa disamakan dengan speaker, televisi, PS, atau alat elektronik lain yang bisa dimatikan langsung dengan mencabut kabel listrik dari stop kontak (walaupun metode ini tidak direkomendasikan Open-mouthed smile ). Komponen komputer harus melakukan “persiapan” dulu sebelum tewas (mati.red). Salah satu komponen komputer yang perlu persiapan (dan paling rentan) adalah hard disk!.

Hard disk merupakan komponen komputer yang berfungsi sebagai penyimpan data dan data tersebut dapat tersimpan walaupun komputer telah mati – non volatile (tidak dialiri listrik, ). Hard Disk juga merupakan komponen komputer yang paling lamban jika dibandingkan saudaranya si Prosesor dan RAM. Hard disk terdiri dari head, motor dan piringan penyimpanan.

image

Detail dari hard disk

Karena komponen hard disk terdiri dari head, motor dan piringan dapat kita bayangkan jika komputer mati secara tiba-tiba. Ketika piringan hard disk sedang diputar oleh motor dan posisi head sedang membaca/menulis (istilah kerennya read/write) maka piringan akan berhenti berputar karena listrik tidak mengalir lagi dan posisi head masih tetap berada di piringan. Akibatnya: Piringan akan “tergores” oleh head dan bisa mengakibatkan hilangnya data di sektor/area tertentu pada hard disk.

Jika kita mematikan komputer secara normal (metode shut down), maka head dari hard disk akan diposisikan tidak sedang dalam membaca/menulis piringan. Biasa dikenal istilah parking (jadi si head diparkir dulu):mrgreen: setelah itu baru aliran listrik dari power supply.

Hal ini juga berlaku pada hard disk eksternal. Anda tau fitur safely remove hardware yang biasanya berada di sebelah jam yang warna hijau?? Ya, fitur tersebut hampir sama dengan shut down yaitu memakirkan head terlebih dahulu sebelum listrik dari USB diputus ke hard disk eksternal. Karena itu, usahakan untuk selalu safely remove dulu, jangan asal cabut, biar cepat aja.

image

Safely remove yang fenomenal #lebay:mrgreen:

Bagaimana dengan komponen lain apakah akan rusak juga? prosesor, ram, vga dll?

Sepertiku sebutkan diatas, sebelum proses shut down komponen komputer akan melakukan persiapan, namun karena komponen lain tidak memiliki motor, head dan piringan seperti hard disk (komponen yang selalu bergerak), maka kemungkinan kerusakan tidak akan sebesar hard disk, kecuali komponen IC yang tidak bagus. Untuk detail persiapan sebelum shut down aku juga kurang tau… Hehhehe… Smile with tongue out

Saran dari aku, jika memiliki PC usahakan menggunakan UPS (Uninterruptible power supply) untuk mencegah matinya komputer secara mendadak. Jika memakai laptop usahakan selalu memakai baterainya kecuali yakin tidak terjadi mati lampu!!!

FYI. Aku dulu pernah mendengar untuk tidak memakai(mencabut) baterai laptop jika baterainya udah full dan aku termasuk penganut “paham ini” selama beberapa tahun. Namun ternyata metode ini salah!! Orang berpikiran kalau baterai udah full di charge, maka bisa mempercepat umur baterai tersebut dan baterainya jadi bocor. Lagi-lagi paham ini kurang tepat (saya ucapkan kurang tepat, bukan salah).

Begini, untuk laptop-laptop tua tahun 90’an hingga awal 2000’an memang teknologi baterai belum cukup maju sehingga gampang sekali terjadi kebocoran dan umur baterai menjadi singkat. Namun dengan kemajuan teknologi, hal itu sudah bisa diatasi dengan metode seperti Trickle Charging. Dengan metode ini baterai tidak akan bocor walaupun di charge terus menerus. Selain itu jika baterai sering dibongkar pasang dari laptop bisa juga mengakibatkan colokan baterai menjadi kendor, dan hal ini kubuktikan terjadi pada laptopku yang dulu sering di bongkar pasang baterainya sekarang menjadi longgar Sad smile

Namun tak dapat dipungkiri juga, baterai merupakan alat elektroik yang suatu saat akan habis masanya. Smile

Mak, intinya dari shut down adalah MATOT A.K.A MATI TOTAL!!! dan mode teraman dalam mematikan komputer (bukan dengan cabut stop kontak lo)

Sebenarnya aku mau nulis lanjut langsung tentang sleep dan hibernate. Namun karena waktu sudah habis, kulanjutkan minggu depan (emang kuis? :mrgreen) *kalau sempat dan ingat Smile

Nostalgia Shut Down Smile with tongue out

Jika anda termasuk pengguna komputer 90’an atau awal 2000’an anda pasti mengenal gambar dibawah yang muncul setelah proses shut down selesai (komputer yang belum memakai motherboard ATX). Jika anda belum pernah melihatnya berarti anda belom gaol gitu loh… hohohoho….

image

Jika anda memakai Windows 95, 98, 200 dan ME anda akan melihat gambar diatas.

image

Jika memakai Windows XP dan setelahnya maka setelah shut down akan muncul gambar diatas. Namun aku rasa gambar diatas tidak akan pernah kita lihat lagi kecuali masih makai motherboard non-ATX atau disetting sendiri di registry.

*Happy Shit, eh Shut Down… LOL