image

Biografi atau disebut juga autobiogafi (apa bedanya?? lupa dink :P), merupakan rangkaian cerita tentang seseorang. Seseorang disini bisa siapa saja termasuk diri kita sendiri, bahkan aku sempat berpikir seandainya semua orang membuat biografinya sendiri, semua orang menceritakan kehidupannya, dan saling berbagi kehidupan, alangkah indahnya belajar dari kehidupan dan pengalaman orang lain.

Aku, termasuk salah satu orang yang senang (bukan suka) membaca biografi seseorang. Kubilang senang, karena biasanya aku jarang membeli biografi seseorang, karena biasanya di rumah telah tersedia (baca dibeli Bapak :mrgreen:). Umumnya biografi yang kubaca adalah manusia yang menjadi nomor satu di zamannya, di wilayahnya, dan pengaruh yang luar biasa besar

Salah satu biografi yang mungkin sering kubaca adalah mengenai Adolf Hitler, karena selama ini aku sering berlangganan majalah Angkasa yang memang notabane majalah militer. Di majalah tersebut diceritakan detail bagaimana seorang Hitler dapat menguasai hampir seluruh Eropa, membuat geger dunia, dan memiliki ambisi yang luar biasa. 

Baru-baru ini aku juga membaca (baca gratis di Toga Mas dekat kos :P) biografi orang besar di Indonesia. Beliau adalah Syafie Ma’rif yang dulunya pernah menjadi ketua PP Muhammadiyah. Membaca cerita kehidupan beliau  memberikan energi positif kepadaku yang kalau dibandingkan dengan kehidupanku tidak ada apa-apanya. Ditambah lagi Syafie Ma’rif yang satu kampung dengan keluarga Bapakku, membuatku darahku naik turun membaca biografi beliau. Muncul berbagai macam tanda tanya yang membuatku terhunyuk, salah satunya adalah Apakah aku mampu seperti beliau??

Memang, membaca biografi seseorang dapat menginspirasi kita untuk menjadi manusia yang benar-benar memberikan nilai bagi orang lain, negara, dan bahkan kalau bisa dunia. Cerita kehidupan manusia besar yang pernah hidup di dunia ini tak dapat dihitung, mereka bagai pendongeng yang sukses dalam kehidupan, seolah-olah mereka tak pernah mati tapi hidup di ingatan orang lain. Ini seperti quote yang pernah kubaca di komik detektif (Conan.red) “Walaupun manusia mati, mereka tetap hidup di ingatan orang lain.

Begitupun dengan orang-orang sukses terdahulu, hidupkah mereka di ingatanmu?? dan bisakah dirimu hidup di ingatan orang lain??