Beberapa minggu yang lalu, aku mendapat istilah baru seperti yang kutulis diatas judul postingan. Istilah ini kudapat ketika kuliah Aspek Legal Spasial yang secara umum membahas tentang pertanahan dan tetek bengeknya.

Sebenarnyta istilah diatas sama sekali nggak ada hubungan ama kuliah yang kuambil, namun karena Sang Dosen sangat pandai bercerita (aku lebih cenderung bilang kalau Sang Dosen kaya akan pengalaman dan pengetahuan), Sang Dosen mengutarakan pengalaman dan opini pribadinya.

Ya, transfer of knowledge atau transfer ilmu dalam Indonesia adalah proses bagaimana ilmu dapat dipelajari dan dikembangkan lebih lanjut, Dalam hal ini, aku membatasi transfer ilmu dalam perkuliahan.

Sang Dosen pun berpendapat bahwa transfer dapat terjadi dengan lancar jika kedua belah pihak konek dan tidak terdapat barrier yang mengganggu transfer tersebut. Jika hal ini terpenuhi, maka dalam proses transfer bit-bit ilmu akan diterima secara utuh oleh mahasiswa

Namun, bagaimana kalau salah satu pihak tidak dapat mengkonekkan dirinya, inilah yang sering terjadi. Ilmu tersebut tetap ditransfer namun, ditengah jalan hangus, hilang, musnah.

Aku contohkan keadaan ekstrim ketika mahasiswa yang secara anarkis melempar kampusnya sendiri. Itu sama aja dengan menghancurkan medium transfer ilmunya, sama aja cinta terhadap ilmu sudah tidak ada, dan sama aja dengan preman pasar yang tahunya bikin keributan. Apalah artinya kuliah yang dibiayai mahal-mahal jika cinta terhadap kampus sudah tidak ada. Mana ada transfer ilmu terjadi. Untuk dapat ilmu di kampus, cintailah kampus dulu, cintailah lingkungannya dan cintailah dosennya.

Dari sisi dosen, dosenpun harus mencintai kampusnya, lingkungan, dan mahasiswanya, jangan menjadikan kampus sebagai ladang mencari uang dengan berbagai macam penlitian yang menghabiskan dana. Memang benar, penelitian menjadi satu keharusan dosen sehingga sebagai salah satu pengabdian ke masayarakat, namun jangan lupakan juga mahasiswa. Tak jarang, kadang aku temui kuliah yang kosong dan parahnya kadang tidak diganti hari lain. Apakah ini karena dosen sibuk dengan dengan penelitian atau yang lain?? I don’t know..

Yap, transfer of knowledge antara mahasiswa dan dosen harus harmonis, Dosen dan mahasiswa harus tahu hak dan kewajibannya masing-masing. Mahasiswa tahu diri dan dosen pun tahu diri!